Herba Penawar Al-Wahida

Refrensi Utama Produk Halal Dunia

Thibbun Nabawi

HAKIKAT THIBBUN NABAWI (KEDOKTERAN ISLAM)

Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan yang dijelaskan oleh Rosululloh SAW kepada orang yang mengalami sakit tentang apa yang beliau ketahui berdasarkan wahyu.  Metode pengobatan ini digunakan Rosululloh SAW saat mengobati sakit yang beliau alami, atau yang beliau perintahkan kepada keluarga serta para  sahabat  yang tengah sakit untuk melakukannya.

Adapun yang dijadikan rujukan adalah Al-Qur’an, hadist shahih serta atsar para sahabat yang diriwayatkan melalui jalan yang dapat dipertanggungjawabkan menurut kaidah-kaidah ilmu hadist.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata dalam kitab Zaadul Ma’ad, “Pengobatan cara Rosululloh SAW memiliki perbedaan dibandingkan dengan metode pengobatan lainnya.  Karena pengobatan ini bersumber  dari wahyu, Misykat (petunjuk) kenabian dan akal yang sempurna, maka tentu memiliki derajat kepastian yang lebih meyakinkan, berbeda dengan pengobatan lainnya yang umumnya menggunakan analisis pikiran manusia biasa, dugaan atau pengalaman semata-mata.

Pengobatan ini bersandar kuat kepada aqidah islamiyah yang menyatakan bahwa Alloh SWT adalah pemilik alam semesta ini. Kesembuhan sepenuhnya terletak ditangan Alloh SWT. Dia yang memberikan kesembuhan kepada manusia. (QS. 26 : 80) “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku”.

Dalam shahih Bukhori dan Muslim, dari Abu Huroiroh bahwa ia berkata, Rosululloh SA bersabda:”Setiap kali Alloh SWT menurunkan penyakit, Pasti Alloh Menurunkan Obatnya”.

KONSEP KEKUATAN FITRAH

Kekuatan fitrah (Imunitas tubuh) ditentukan 4 aspek yaitu Spiritual, Mental, Emosi dan Fisik. Seseorang yang sakit membutuhkan tidak hanya pil, kapsul, suntikan dan obat fisik lainnya, melainkan lebih dari itu.

1. Spiritual

Spiritual merupakan sesuatu yang berkaitan dengan kalbu, kejiwaan dan perasaan merasa lebih dekat dengan Alloh SWT. Hal ini berupa keikhlasan, kepasrahan dan prasangka baik atas segala ketentuan Alloh SWT. Perasaan ini melahirkan ketenangan, kesabaran, ketabahan dan optimisme tinggi terhadap kesembuhan penyakit yang dideritanya.  Perasaan ini bisa menentukan 50% kesembuhan si penderita.

2. Mental

Aspek mental berkaitan dengan cara berpikir seseorang dalam menyikapi suatu masalah yang sedang dialami. Memiliki keyakinan kepada Qadha dan Qadar Alloh yang tinggi terutama saat tidak sesuai dengan kehendak kita (QS. 6 : 59) akan sangat berperan dalam menentukan imunitas tubuh seseorang baik atau tidak.

3. Emosi

Ketidakseimbangan emosi memiliki peran besar menyebabkan ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh. Tidak boleh stress baik yang sakit maupun keluarga/yang merawat si sakit, tawakkal adalah jalan yang diajarkan Rosululloh SAW (QS. 8 : 2)

4.Fisik

Penggunaan bahan kimia sintesis dan penumpukan racun, lambat laun dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Hanya kelembutan herba dan semua yang alami sajalah yang sesuai dengan fisiologi tubuh manusia.

PRIVACY POLICY

TERM AND CONDITIONS

Copyright 2017 pthpai.com